Asmaraman S. Kho Ping Hoo has 62 books on Goodreads with ratings. Asmaraman S. Kho Ping Hoo’s Badai Laut Selatan by. Asmaraman S. Kho Ping. Kho Ping Hoo or Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo (born in Sragen, 17 August – died in Solo, 22 July However, the inaccuracies does not affect the popularity of Kho Ping Hoo. . Keris Pusaka Sang Megatantra: Badai Laut Selatan. Penulis: Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo .. segala kehendak Berenang dalam lautan kesenangan Mati pun tidak penasaran! Kirana dan serial Badai Laut Selatan yang berlatar belakang masa Mataram Islam dan zaman Airlangga.

Author: Salkree Gukree
Country: Netherlands
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 15 July 2014
Pages: 275
PDF File Size: 9.65 Mb
ePub File Size: 20.61 Mb
ISBN: 679-7-47584-333-7
Downloads: 42688
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Goltikora

Yang ada pada telinga hanya indah!

Anak ko itu masih amat kecil. Because of his illiteracy in Chinese languages, his writings contain various errors regarding historical and geographical reality of China. Tiba-tiba terjadi perubahan pada diri kakek ini.

Books by Asmaraman S. Kho Ping Hoo (Author of Bu Kek Siansu)

Bukankah dahulu ketika kau datang kesini pertama kali, pernah kau berjanji tidak akan lagi bertanding dengan orang lain? Aku seorang pengemis tidak mempunyai uang untuk membayar upah kalian! Hampir lau penduduk yang terkena penyakit datang ke lereng Hutan Seribu Bunga, yaitu nama hutan di mana anak itu tinggal karena di antara sekalian hutan di Pegunungan Seribu Bunga, hutan inilah yang benar-benar tepat disebut Hutan Seribu Bunga denga tetumbuhan beraneka warna, penuh dengan bunga-bunga indah, terutama sekali pada musim semi.

The novels themselves never reached China or the wider Chinese speaking population. Hebatnya, suara pekik dan tertawa itu membuat tiga belas orang pendekar itu seketika seperti berubah menjadi arca, gerakan mereka terhenti dan untuk beberapa detik mereka hanya bengong memandang kakek itu dan jantung mereka seolah-olah berhenti berdenyut. Anak ajaib, anak sakti dan lain-lain sebutan lagi. Jul 24, Diam-diam kakek itu terkejut.

Dia merasa tidak puas melihat sikap jerih yang diperlihatkan para suhengnya. Di dalam Hutan Seribu Bunga itulah dia merasakan keamanan, kebersihan, keheningan yang menyejukkan perasaan. Dia telah tersudut seperti seekor kelinci muda ketakutan menghadapi seekor harimau yang siap menerkamnya. Sianli engtju ; Djil. Kakek itu memandang terharu. Siapa yang berhasil mendapatkan Pedang Siang-bhok-kiam ini? Beberapa orang lari memasuki rumah keluarga Kwa yang dapat dibayangkan betapa kaget hati mereka melihat suami-isteri itu tewas dalam keadaan mandi darah, bzdai Sin Liong menangisi kedua orang tuanya, memeluki mereka sehingga muka,tangan dan pakaian anak itu penuh dengan darah ayahbundanya.

  ALEXANDRA DAVID NEEL LIBROS PDF

Syamsul Bahri (abah) – Banda, 01, Indonesia (30 books)

Akan tetapi sekarang, sukar sekali menentukan dari mana serangan akan datang, dan gerakan mengelilinginya itu benar-benar mendatangkan rasa pusing. Peranakan Tionghoa ini lahir di Sragen, tanggal 17 Agustus Benarkah ini, dan apakah Locianpwe sekarang sedang menuju ke hutan itu?

Karena kini merasa yakin bahwa jejak lubang-lubang itu tentu terbuat oleh tongkat Pat-jiu kai-ong, maka tiga belas orang tokoh Bu-tong-pai itu mencabut senjata masing-masing dan tampaklah berkilaunya senjata tajam itu meluncur ke depan ketika tiga belas orang itu mengerahkan ginkang mereka goo menggunakan ilmu berlari cepat melakukan pengejaran ke depan, ke arah jejak berlubang itu.

Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan. Setelah keringat membasahi seluruh tubuh dan beberapa kali memutar tubuhnya yang duduk bersila di atas batu, kadang-kadang dadanya, Sin Liong turun dari batu itu, menghapus peluh dengan saputangan lebar, kemudian setelah tubuhnya tidak berkeringat lagi, setelah dibelai bersilirnya angin jho, dia mengenakan lagi pakaiannya dan pergi mengeluarkan bunga, daun, buah dan akar obat dari dalam gua untuk bafai dibawah sinar matahari.

Suara nyanyian itu makin keras, tanda bahwa jarak di antara mereka dengan kakek itu makin dekat. Seorang anak kecil berusia tujuh tahun dapat bicara seperti itu kepadanya, seolah-olah anak itu adalah seorang kakek yang menjadi pertapa dan hidup suci!

Tentu saja bagi seorang yang sedang menyempurnakan ilmu iblis ini, Sin-tong mempunyai daya tarik yang luar biasa, karena darah, otak dan sumsum seorang bocah seperti Sin-tong yang ajaib, sleatan berharga dari darah, otak dan sumsum puluhan orang bocah biasa lainnya!.

Romli, M. Abnar

Oho saja, rintihan orang itu makin perlahan tanda bahwa rasa nyerinya berkurang dan akhirnya orang itu menarik nafas panjang karena rasa nyerinya kini dapat ditahannya. Orang setengah tua itu membelalakan mata dan kembali dia kagum hooo cara bocah itu bicara, akan tetapi keheranannya lenyap ketika dia teringat bahwa bocah ini adalah Sin-tong, anak ajaib!

Anak laki-laki itu, ketika pengeroyokan di luar rumahnya sedang terjadi, keluar dari dalam, mukanya penuh darah, kedua tangannya dan pakaiannya juga.

Just a moment while we sign you in to your Goodreads account. Dara itu membelalakan matanya dan melihat pandang mata kakek itu kepadanya, melihat senyum yang baginya amat mengerikan itu, tiba-tiba dia membalikan tubuhnya dan melayang ke arah sebatang pohon besar, dengan niat untuk membenturkan kepalanya pecah pada batang pohon itu!

  ATHYRIUM ESCULENTUM PDF

Kalau aku tidak butuh barang, aku tentu tidak akan menganggu orang, dan kalau orang yang kumintai barangnya itu bdaai melawan, aku tentu tidak akan menyerangnya. Tidak disangkanya bahwa Si Tua Bangka Kui Bhok San-jin, ketua dari Bu-tong-pai dapat menciptakan barisan pedang yang baadi lihainya.

Dia merasa ngeri, merasa seolah-olah tampak taring dan gigi meruncing, siap untuk menggigit lawan dan menghisap darahnya.

Ketika semua orang sudah merasa puas, juga mulai ngeri melihat hasil perbuatan mereka, menghentikan pengeroyokan terhadap tiga mayat itu dan mereka memasuki rumah keluarga Kwa, Sin Liong tidak berada disitu!

Tangan kirinya berubah selatxn merah sekali, merah darah! Dia berdiri di depan pintu rumahnya, matanya makin terbelalak memandang apa yang terjadi di depan rumahnya.

Dia harus makan setiap hari itu untuk keperluan ini, dia telah pandai memilih dari pengalaman, mana daun yang berkhasiat dan mana yang enak, mana pula yang beracun dan sebagainya.

Dan satu-satunya bocah yang akan menyempurnakan ilmuku itu adalah Sin-tong! Akan tetapi setelah mereka menggunakan Sin-kiam-tin dia tahu behwa mereka kalau badqi tidak cepat mendahului mereka, dia bisa terancam bahaya.

Dia telah menyaksikan kekejaman-kekejaman yang amat hebat. Seorang perampok goo yang mengandalkan hidup dari merampok orang lewat! Dia berdiri seperti sebuah patung, berdiri di tempat datar laht agak tinggi di hutan Gunung Seribu Bunga itu, menghadap ke timur dan sudah ada setengah jam lebih dia berdiri seperti itu, hanya matanya saja yang bergerak-gerak, mata yang lebar yang penuh sinar ketajaman dan kelembutan, seperti biasa mata kanak-kanak yang hidupnya masih bebas dan bersih, namun di antara kedua matanya, kulit di antara alis itu agak terganggu oleh garis-garis lurus.

Ketika dia tiba di hutan Jeng-hoa-san itu dan melihat betapa tubuh baxai pakaiannya ternoda darah yang baunya amat busuk, dia cepat mandi dan mencuci pakaian di anak sungai yang terdapat di hutan itu, anak sungai yang airnya keluar dari sumber, jernih dan sejuk sekali.